center>

Cacing Ini Mampu untuk Mengangkat Tumor yang Ada di Otak

01.55
Techno-kang - Salah satu prosedur operasi paling berisiko di waktu ini adalah operasi pengangkatan tumor di otak. Biasanya pihak medis sendiri akan mengebor habis tulang tengkorak atau tulang mastoid yang ada di telinga bagian dalam Untuk mengangkat tumor yang terdapat di otak. Apabila tidak berhati-hati, maka prosedur seperti ini dilaporkan dapat menyebabkan cacat pada otak oleh sebab bagian tulang yang dibor ini letaknya sangat dekat dengan pembuluh darah serta pembuluh saraf yang sensitif.

Ilustrasi cacing © 2015 armstrongeconomics.com

Tetapi, terdengar kabar di masa depan bahwa prosedur yang sangat berisiko seperti ini tidak perlu untuk dilakukan lagi. Pasalnya, terdapat sekelompok peneliti yang berasal dari Mannheim Project Group for Automation in Medicine and Biotechnology yang telah bekerja sama dengan Technical University of Darmstadt telah menemukan solusi dari pengangkatan tumor yang ada di otak dengan prosedur yang lebih aman tentunya.

Dikutip dari ScienceDaily, Jumat (6/11/15), untuk menggantikan prosedur yang sebelumnya sangat berisiko tersebut, para peneliti itu dilaporkan telah menggunakan 'cacing' sebagai media untuk pengangkat tumor yang ada di otak. Tidak perlu terkejut seperti itu, karena cacing yang digunakan sendiri bukanlah cacing yang sebenarnya, tapi melainkan robot yang berbentuk menyerupai cacing yang telah diberi nama NiLiBoRo-lah, kabarnya cacing robot ini dapat membantu untuk mengangkat tumor tanpa harus melakukan prosedur mengebor tulang mastoid secara penuh.

Kabar lengkapnya untuk dapat melakukan prosedur operasi dengan cacing robot bernama NiLiBoRo ini, para peneliti hanya membutuhkan lubang yang berukuran selebar 5mm saja. Menariknya lagi, lubang yang dibuat tersebut diklaim akan lebih lurus sehingga prosedur operasi pengangkatan tersebut diharapkan dapat tepat sasaran.

Risiko untuk terjadinya kerusakan pada jaringan saraf dan jaringan pembuluh darah karena masuk kedalam jalur bor pun bisa dihindari. Pasalnya, selama robot cacing yang bekerja layaknya seperti cacing sungguhan ini akan melumasi lubang dengan minyak seperti lemak sehingga kemungkinan terjadinya kerusakan atau kegagalan dari proses pengeboran dapat diminimalisir.

Untuk dapat melengkapi kecanggihan dari perangkat ini, para peneliti tersebut dikabarkan juga telah menggunakan sistem pelacakan elektromagnetik yang mampu membantu untuk memberikan gambaran berupa proses selama pengeboran tersebut. Sistem ini sendiri bekerja dengan cara sporadis dalam menangkap gambar jalur yang dilalui menggunakan tomografi komputer untuk dapat memantau posisi dari pergerakan NiLiBoRo apakah pergerakannya sudah sesuai dengan rencana jalur yang semestinya atau tidak.

Saat sekarang ini, NiLiBoRo masihlah dalam bentuk prototipe saja. Rencananya, prototipe tersebut akan dikembangkan lebih lanjut lagi sebab ukuran dari NiLiBoRo sekarang ini jauh 5 kali lebih besar dari perkiraan sebelumnya sehingga dirasa dengan ukuran prototipe yang masih sebesar itu dirasa prosedur operasi akan susah untuk dilakukan.

Sumber : Techno.id
Previous
Next Post »
0 Komentar