center>

Hari Kebangkitan Nasional; Estetika Menyoal Pendidikan Mahasiswa

10.32
Hari Kebangkitan Nasional; Estetika Menyoal Pendidikan Mahasiswa - Hari ini bertepatan tanggal 20 Mei, berdirinya sebuah organisasi pemuda yang dipelopori oleh Boedi Oetomo. Organisasi ini sebagai momentum sejarah pemuda bangsa Indonesia mengawali bangkitnya rasa persatuan dan kesatuan yang tinggi, serta sifat nasionalisme yang kuat dalam merebut kemerdekaan Indonesia dalam cengkaraman penjajah (Hindia-Belanda) pada saat itu.

Berbicara tentang “rasa persatuan dan kesatuan, serta sifat nasionalisme”, adalah sebuah momentum yang sangat cocok dibahas dihari jadinya yang ke-108 tahun Kebangkitan Nasional ini. Sudah 108 tahun pemuda pemudi Indonesia membangun rasa persatuan ini. Dimana dalam sejarah kemerdekaan Indonesia peran pemuda sangat vital dalam merebut kemerdakaan bangsa dari belenggu penjaajahan, penindassan dari bangsa lain.

source : google image

Bangkitnya gerakan pemuda pada saat itu sangat berpengaruh karna didasari oleh suatu keadaan yang sama yakni, sama-sama dijajah dan ditindas dari bangsa lain terlebih lagi adanya hasrat yang tinggi untuk lepas dari belenggu penjajaan yang ditandai dengan rasa persatuan yang tinggi dan kuatnya sifat nasionalisme.

Lantas sekarang adalah hari memperingati kebangkitan Nasional, 20 Mei 2016. Pertanyaan mendasar yang perlu ditanyakan adalah, apakah rasa senasib sepenanggungan dan sifat nasionalisme itu masih melekat di dalam insan setiap pemuda masa kini? Apakah kita sudah bebas dari belenggu penjajah yang telah memerdekaan kita?

Sepintas tentang zaman ini; Zaman Modernisasi sudah masuk kedalam setiap Negara, tak terkecuali Indonesia kini merasakan dampak majunya peradaban dan ilmu pengetahuan. Zaman ini bukanlah zaman perang, bukan juga zaman krisis moneter seperti tahun 98, tetapi zaman Modernisasi. Modernisasi yang mengakibatkan generasi sekarang melek matanya melihat indahnya peradaban, indahnya social branding yang segala sesuatunya dinilai atas materi. Majunya penerapan teknologi diberbagai bidang diikuti pula dengan berkembangnya system pendidikan masa kini. Dengan dalih kemjuan bangsa, pendidkan kini diposisikan untuk menghasilkan tenaga pekerja yang tangguh yang mengabdi pada uang dan kekayaan.

Pendidikan pun sekarang sudah jauh dari tujuan dan fugsi sejatinya. Kenapa tidak? Mahasiswa yang identik dengan pemuda sudah dibatasi ruang lingkup berdemokrasinya. Ruang diskusi, pertukaran pikiran, ruang untuk menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan, ruang untuk membangun jiwa nasionalisme dipersempit oleh kapitalis kapitalis kampus dengan dalih kebaikan pendidkan yang educopolis dan sebagainya.

Kini sempurnalah orientasi Generasi masa kini di Negara kita, dimana pekerja dengan upah yang tinggi, kesenangan hidup dan keselamatan individu tanpa adanya semangat berbangsa dan bernegara. Hal itu terbukti dengan semakin maraknya budaya individualisme, hedonisme, dan apatisme dikalangan pemuda masa kini.

Jika dapat ditarik benang merah antara pemuda masa kini dan pemuda masa doeloe, maka harapan dan cita-cita luhur pemuda doeloe sudah kian menipis. Dikikis oleh zaman, orang berkuasa serta kapitalisme kapitalisme di negeri ini. Sudah jauh dengan cita cita luhur bangsa Ini.

Sebagai mahasiswa yang mempunyai rasa kepedulian pada hari kebangkitan nasional ini, ada beberapa hal yang mendasarbisa dilakukan, diantaranya;
1. Tumbuhkan kepekaan dilingkungan sekitar-Mu!
2. Tanamkan bahwasanya pendidikan bukan mencari NILAI, tapi mencari ILMU PENGETAHUAN!
3. Tumbuhkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan antar sesame, tanpa rasis terhadap SARA!
4. Wujudkan ruang diskusi kampus untuk menumbuhkan dan menguatkan sifat nasionalisme!
5. Berontaklah terhadap ketidak adilan, tanpa pandang bulu!

Tinus Sembiring
(Fisika 13)
#hidupmahasiswa #SayaBangkit #IndonesiaBangkit
Previous
Next Post »
0 Komentar