center>

Remaja + Teknologi = ?

20.42
Remaja + Teknologi = ? - Di era globalisasi seperti ini kebanyakan remaja tumbuh dan berkembang dalam asuhan teknologi. Salah satu teknologi tersebut adalah internet. Entah dari manapun mereka berasal, dari kalangan menengah ke atas ataupun dari kalangan menengah ke bawah semuanya mengenal apa itu internet. Bahkan sekarang ini internet telah menjadi makanan sehari-hari yang pokok atau wajib ada bagi para remaja dewasa ini. Tanpa adanya internet dalam keseharian mereka, para remaja bisa menjadi galau seketika dan bahkan tidak dapat menikmati hidup mereka. Maka dari itulah para remaja ini tak rela jika harus melepaskan gadget mereka meski itu hanya dalam waktu satu menit saja.

source : google image
Teknologi internet sendiri sering kali para remaja manfaatkan untuk mengakses akun media sosial mereka. Memang benar media sosial yang ada sekarang ini telah banyak perkembangannya hingga beragam jenisnya, dari mulai sekedar hanya dapat menuliskan beberapa rangkaian kata saja sampai dapat mempublikasikan ribuan foto mereka. Namun para remaja ini kebanyakan memanfaatkan media sosial ini untuk berbicara seputar kehidupan mereka, dari mulai kehidupan yang umum sampai kehidupan pribadi. Bahkan ada pula sebagian remaja yang memanfaatkan media sosial ini sebagai ajang unjuk gigi atau eksistensi diri. Akan tetapi dilain sisi, masih terdapat jenis remaja yang mempergunakan media sosial sebagai media untuk mengkritik, media untuk berdiskusi dan bahkan media untuk menemukan suatu peluang untuk berbisnis. Sebab melalui media sosial ini setiap orang dapat saling berinteraksi dengan mudah, meskipun para penggunanya berada pada pelosok dunia yang berbeda. Tak hanya itu saja, para pengguna juga dapat saling berkenalan, meski sebelumnya mereka tidak mengetahui latar belakang masing-masing.

source : google image
Di akun media sosialnya para remaja ini biasanya tak pilih-pilih dengan siapa dirinya akan berinteraksi, entah dengan teman yang sudah lama dikenalnya ataupun dengan seseorang asing yang baru dikenalnya. Jika memang seseorang tersebut dapat membuat mereka nyaman, maka dengan senang hati para remaja ini akan meladeninya. Berawal dari saling menyapa, tak membutuhkan waktu lama keakraban mereka pun mulai terjalin. Bertukar data pribadi layaknya nomor telepon, alamat tempat tinggal dan bahkan hal lain yang memang seharusnya tidak diberikan, terlebih lagi kepada seseorang yang memang baru dikenal tak dapat dihindari. Para remaja dengan pribadi yang dapat dikatakan masih labil ini terkadang memang tidak memikirkan akibat yang akan ditimbulkan dari perbuatan mereka itu. Mereka akan secara sukarela memberikan seluruh informasi mengenai diri mereka kepada orang lain, meski orang tersebut baru mereka kenal beberapa hari. Sebab yang mereka rasakan pada saat itu hanyalah rasa senang, karena telah berkenalan dengan orang baru yang membuat mereka nyaman dan mengerti akan diri mereka.

Padahal telah banyak contoh kasus seperti ini yang terjadi di masyarakat, yang setelahnya akan berujung pada dampak yang tidak baik. Memang tak dapat dipungkiri bahwa perkenalan di media sosial biasanya akan mengarah pada suatu pertemuan. Bisa diperkirakan bahwa terdapat 3 dari 10 orang pengguna media sosial akan mengalami stress atau bahkan yang lebih parah akan mendapat perlakuan asusila pada saat bertemu secara langsung dengan seseorang yang baru dikenalnya dari akun media sosialnya. Selain itu juga, telah terjadi banyak kasus kejahatan akibat terlalu sering atau terlalu banyak membagi informasi terutama informasi pribadi di akun media sosial. Salah satu contoh kasus yang nyata terjadi adalah tentang seorang remaja yang disatroni perampok di rumahnya hanya karena hal sepele yang dilakukannya yakni menuliskan kata-kata “lagi sendiri dirumah, orang tua keluar kota” pada akun media sosialnya.

Memang benar hal-hal seperti demikian yang telah disebutkan merupakan dampak negatif dari suatu teknologi yang dengan segera harus ditangani. Akan tetapi tidak serta merta kita secara langsung mengkambing hitamkan teknologi sebagai pihak yang bersalah. Kembali lagi, Semua ini tergantung pada pengguna dari teknologi tersebut.

Dilain waktu ada juga contoh kasus lain yang masih berhubungan dengan media sosial yakni tentang seorang remaja yang telah mencoba untuk bunuh diri oleh sebab mengalami depresi. Sebelum remaja tersebut melakukan tindakan bunuh diri itu, dirinya menceritakan terlebih dahulu hal itu kepada teman yang ada di media sosialnya bahwa dirinya depresi dan ingin segera melakukan tindakan bunuh diri. Dan pada saat temannya mengetahui hal itu temannya langsung saja menghubungi pihak kerabat dari remaja yang mencoba bunuh diri ini. Kerabat dari pihak remaja itu langsung bergegas menuju rumah tempat tinggal remaja itu, para kerabat menyaksikan bahwa remaja itu sedang tergeletak dengan kondisi mulut berbusa karena efek overdosis. Tanpa banyak berfikir para kerabat remaja itu langsung bergegas membawa remaja itu kerumah sakit dan untungnya remaja yang mencoba bunuh diri itu masih terselamatkan. Dari kejadian itu kita semua dapat mengambil kesimpulan bahwa secara tak langsung akun media sosial (yang dalam hal ini merupakan teknologi) milik seseorang juga dapat menyelamatkan nyawa dari seorang remaja yang ingin mencoba bunuh diri.

Contoh lainnya banyak juga para remaja yang memanfaatkan teknologi secara lebih positif, bukan ajang menimbulkan stress melainkan ajang mencari hiburan yang memotivasi semangat hidup seperti contohnya download film-film inspirasi, download ebook-ebook milik motivator terkenal, download musik-musik yang bernuansa semangat dan lain sebagainya. Meski kadang ketika mendownload ada saja kendalanya, seperti lelet karena kecepatan dibatasi padahal paket internet cepat memakai jaringan 4G, berhenti sendiri dan download tidak bisa di resume, harus dari awal, atau bahkan tidak dapat mendownload file-file yang besar, padahal setiap film ukuran filenya besar-besar. Tapi tenang saja sekarang ini ada IDCopy yang dapat mengatasi masalah-masalah diatas.
source : idcopy.net
IDCopy merupakan layanan premium rapidleech multihost dan reseller resmi premium account. Saya pribadi sebagai seorang blogger yang suka download dengan cepat sangat merekomendasikan situs ini bagi anda yang suka download cepat juga, langsung saja kunjungi situsnya di idcopy.net.

Selain beberapa hal positif diatas, sekarang ini banyak juga dijumpai para remaja yang mulai memanfaatkan teknologi untuk berbisnis. Salah satu bisnis para remaja yang sedang marak sekarang ini adalah online shop. Para remaja pada awalnya mencoba peruntungan dengan menjadi seorang reseller online shop, namun ketika mereka menyadari bahwa peluang terbuka lebar mereka mulai membuka online shop milik mereka sendiri.
source : eliska.id
Salah satu online shop baru yang recommended untuk bisa menjadi rujukan saat ini adalah Eliska. Online shop yang menjual dompet - dompet wanita cute dan dalam waktu dekat ini sedang mulai merilis tas dengan label Eliska sangat pas menjadi rujukan. Anda bisa membeli beberapa produknya untuk diamati dan kemudian nantinya dapat anda jadikan sebagai referensi online shop yang akan anda buka. Untuk reseller apakah ada atau tidak silakan anda hubungi pemiliknya secara langsung melalui kontak yang tersedia, kunjungi situsnya di eliska.id

Dari semua yang telah kita bahas diatas itulah Remaja + Teknologi = ? tergantung dari bagaimana seorang remaja dalam menggunakannya, namun sebenarnya bukan hanya remaja saja tapi siapapun yang menggunakannya akan menentukan bagaimana teknologi itu akan berdampak, apakah akan berdampak positif atau berdampak negatif. Dan bagi anda para orangtua yang saat ini memiliki anak usia remaja akan lebih baik jika anda selalu memantau sikap dan tingkah-lakunya. Jangan sampai anda sebagai orangtua menjadi lalai dalam mendidik anak-anak remaja anda hanya karena sibuk dengan pekerjaan anda. Perlu digaris bawahi bahwa masa remaja merupakan masa yang sangat labil, para ramaja akan sangat kesulitan dalam menentukan mana sebenarnya sesuatu yang baik untuk mereka dan bahkan terkadang sesuatu yang mereka pikir baik sebenarnya malah sebaliknya, untuk itulah sangat dibutuhkan figur yang baik dari orangtua yang bisa membimbing mereka hingga datang masa dimana mereka dapat dikatakan matang atau dewasa.

Lomba ini diselenggarakan oleh IDCopy.net dan Eliska.id

Previous
Next Post »

2 komentar

  1. melek tekhnologi sekarang emang bikin gelen-geleng kepala :D
    sukses ya Kakak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya seperti itulah kakak klo misal kurang mengerti benar bagaimana sesungguhnya fungsi teknologi itu.
      iya kakak sukses balik juga :)

      Hapus