center>

Seperti Inikah Nasib Para Wanita Di Negeri Ini?

08.42
Seperti Inikah Nasib Para Wanita Di Negeri Ini? - "Wanita adalah tiang negara." Merupakan kalimat yang sangat sakral untuk didengungkan. Wanita dilahirkan dari tulang rusuk, mungkin cara Tuhan menunjukkan kepada manusia  tentang urgensi kaum wanita dalam pondasi kehidupan. Tuhan tidak menciptakan wanita dari kepala lelaki untuk dijadikan atasannya. Tidak juga menciptakan wanita dari kaki lelaki untuk dijadikan bawahannya. Tetapi Tuhan menciptakan wanita dari tulang rusuk lelaki, dekat dengan lengannya untuk dilindungi, dan dekat dengan hatinya untuk dicintai. Tulang rusuk memiliki posisi paling strategis dalam anatomi tubuh manusia, melindungi organ-organ terpenting yang menyongsong kehidupan. Terlepas dari keabsahan pernyataan tersebut, realitanya memang demikian, bukan tentang sains atau logika berpikir, namun tentang analogi bersikap agar bagaimana manusia mengerti peran wanita dalam kehidupan berbangsa.
source : google image
Keadaan mencekik batin. Dunia maya sibuk menerbitkan berita tentang kekerasan wanita yang terjadi di mana-mana. Wanita dipuja bagai dewa, disanjung bagai Dewi Shinta, menyebabkan lelaki buta mata, buta telinga, bahkan buta mata hatinya hingga akhirnya menganggap rendah wanita. Wanita dinista, dihina, kesuciannya dijadikan objek yang tidak bernilai harganya. Tenaganya dieksploitasi bagaikan kuda, kelembutannya dijadikan transaksi murahan yang tak seimbang nilainya. Perempuan dijadikan sekadar pemuas nafsu, bila habis madunya, dengan seenaknya dibuang ke tempat sampah, atau dianggap selipar jepun  yang tak berguna. Tuhan inikah keadaan sebagian wanita di luar sana? Akankah hal ini akan terus terjadi? Tidak perlu jauh-jauh menyusuri dunia untuk melihat fenomena tersebut. Di lingkungan kita sekarang begitu banyak berita-berita mencekik tentang kekerasan terhadap wanita mulai dari bullying, pelecehan seksual, pemerkosaan hingga pembunuhan. Kasus teror pembacokan beberapa wanita di Jogja, Yuyun yang diperkosa 14 laki-laki dan diperlakukan seperti binatang hingga akhirnya dibunuh, Feby yang dibunuh karena motif pencurian, Enno yang diperkosa beramai-ramai dan kemaluannya ditusuk dengan cangkul hingga menembus jatung, dan masih banyak kasus-kasus lain yang sangat mencekik nurani. Bagaimanakah nasib wanita kedepannya? Kini mereka tengah ketakutan, mereka butuh perlindungan. Mereka menjerit, memohon hak mereka agar dikembalikan.

Kini, fungsi wanita sebagai tiang negara seakan hilang, mereka seakan tidak lagi menjadi pondasi kehidupan hanya menjadi pemuas nafsu kebiadaban. Sebagai negara yang memiliki fungsi perlindungan, wajib melindungi segenap warganegaranya termasuk wanita. Indonesia sudah layaknya meningkatkan prosedur keamanan bagi wanita agar tidak lagi menambah daftar kekerasan yang dialami wanita ke depannya. Wanita adalah pondasi negara, negara makmur kalau wanitanya makmur, negara maju kalau wanitanya maju. Wanita bukan budak, mereka tiang kehidupan, dari tulang rusuk laki-laki untuk dilindungi, supaya dicintai, agar dihormati, juga dikasihi, bukan disakiti apalagi sekadar dinikmati.

#20MEI-INDONESIA-BANGKIT
Oleh: Iman Ma'ruf (Kimia 2015)
Previous
Next Post »
0 Komentar