center>

Anak Muda + Internet = ?

20.45
Anak Muda + Internet = ? - Anak muda di era teknologi informasi seperti sekarang ini tumbuh dan berkembang dengan internet di ujung jari mereka. Dari manapun asal mereka, entah kalangan atas ataupun kalangan bawah hampir semuanya mengetahui apa itu internet. Bahkan dibeberapa kalangan anak muda internet telah menjadi kebutuhan primer layaknya sandang, papan dan pangan malah terkadang lebih. Mereka terkadang rela tidak makan hanya untuk memenuhi kebutuhan kuota untuk bisa mengakses internet. Sebab tanpa internet para anak muda seperti ini akan merasa sepi, galau dan tidak dapat menikmati hidup. Oleh karena itulah mereka tak rela melepaskan gadget yang mereka gunakan untuk mengakses internet meskipun itu hanya satu menit saja.

Internet yang sekarang ini menjadi primadona paling sering para anak muda gunakan untuk mengakses jejaring sosial. Mereka semua beramai-ramai mengakses teknologi informasi tersebut untuk membicarakan seputar kehidupan mereka, tanpa terkecuali kegiatan keseharian mereka. Bahkan tidak jarang ada juga sebagian anak muda yang menggunakannya sebagai sarana untuk menunjukan eksistensi diri mereka. Akan tetapi di lain sisi masih ada pula anak muda yang menggunakan jejaring sosial untuk berbagi ilmu pengetahuan, berdiskusi mengenai suatu persoalan dan bahkan untuk menemukan suatu peluang bisnis yang baru.

Melalui perantara suatu jejaring sosial siapapun orangnya memang bisa dengan mudah saling berinteraksi satu sama lain walaupun dibatasi oleh jarak yang sangat jauh. Juga bisa saling berkenalan, meski sebelumnya tidak mengetahui latar belakang masing-masing. Seorang anak muda biasanya lebih memilih berinteraksi dengan teman-temannya dijejaring sosial, baik dengan teman lamanya maupun dengan seorang teman yang baru saja dikenalnya. Pada awalnya mereka hanya saling menyapa untuk berkenalan kemudian menanyakan kabar, namun pelan tapi pasti keakraban pun mulai terjalin. Mereka kini saling bertukar data pribadi layaknya nomor telepon, alamat tempat tinggal dan bahkan bertukar hal lain yang seharusnya tidak diberikan terlebih kepada seorang teman yang baru beberapa saat dikenalnya. Anak muda yang memang belum banyak pengalaman merasakan pahit manis dalam menjalani kehidupan umumnya masih terbilang labil dalam menghadapi persoalan seperti ini, terkadang mereka tidak memikirkan akibat yang akan timbul dari persoalan yang mereka hadapi. Sehingga mereka secara cuma-cuma memberikan seluruh informasi yang berkenaan dengan diri mereka. Yang terlitas dalam pikiran mereka hanyalah rasa senang  dan bahagia karena bisa berkenalan dengan seorang teman baru yang dengan kata lain menambah daftar nama-nama teman yang mereka punya. 

Padahal telah banyak kasus dalam masyarakat yang terjadi berkenaan dengan hal tersebut. Interaksi dalam jejaring sosial biasanya mengarah pada pertemuan. Dari kejadian-kejadian yang sering kali terjadi dalam masyarakat dapat diperkirakan bahwa ada sekitar 3 dari 10 pengguna jejaring sosial akan mengalami stress atau bahkan yang lebih parah mengalami perlakuan asusila pada saat bertemu secara langsung dengan seorang teman yang baru saja dikenalnya dari jejaring sosial. Tak hanya itu saja, telah banyak terjadi juga kejahatan akibat dari terlalu sering memberikan informasi pribadi di jejaring sosial. Contohnya pernah terjadi kasus tentang seorang anak muda yang kemasukan perampok di tempat tinggalnya hanya karena menulis status “lagi sendiri dirumah, orang tua keluar kota” pada akun jejaring sosial miliknya.

Memang tak dapat dipungkiri bahwa penggunaan dari teknologi informasi dan internet memiliki dampak negatif yang harus segera ditangani. Namun tidak serta merta kita main hakim sendiri langsung begitu saja menyalahkan jejaring sosial karena kejadian diatas. Kembali lagi, Semuanya tergantung dari penggunaan para penggunanya. Ada satu contoh kasus lainnya yang masih berhubungan dengan jejaring sosial mengenai seorang anak muda yang mencoba melakukan tindakan bunuh diri karena mengalami depresi. Sebelum melakukan tindakan bunuh diri tersebut, anak muda itu menceritakan terlebih dahulu kepada teman di jejaring sosial miliknya bahwa dirinya depresi dan ingin sekali bunuh diri. Dan pada saat temannya itu diceritakan hal seperti itu tanpa berfikir panjang temannya langsung menghubungi saudara dari anak muda yang akan melakukan tindakan bunuh diri itu. Saudara dari anak muda itu langsung menuju tempat tinggal anak muda itu begitu diberitahu akan hal tersebut, dia melihat anak muda itu sudah tergeletak dengan kondisi mulut yang berbusa karena overdosis. Tanpa pikir panjang anak muda yang kondisinya sudah separah itu langsung saja dibawa kerumah sakit dan beruntungnya anak muda itu masih bisa diselamatkan. 

Dari hal diatas secara tidak langsung kita mengetahui bahwa internet atau teknologi informasi berupa jejaring sosial bisa menyelamatkan nyawa dari seorang anak muda yang ingin melakukan tindakan bunuh diri. Maka dari itulah Anak Muda + Internet = ? tergantung dari bagaimana anak muda dalam menggunakannya. 

Besar harapan saya kepada seluruh Anak Muda calon generasi penerus bangsa sebagai sesama Anak Muda pengguna Internet dan Teknologi Informasi, marilah kita bersama-sama memanfaatkan hasil karya dari kemajuan zaman ini untuk hal-hal yang lebih bermanfaat lagi. Jika 1 Anak Muda dapat menyelamatkan 1 Anak Muda yang lainnya, maka dengan begitu banyaknya Anak Muda yang ada di Indonesia kita bisa menjadikan Indonesia memiliki generasi emas dari Anak Mudanya. Masih ingatkah kalian akan pesan dari Bung Karno 

"BERI AKU 1000 ORANG TUA, NISCAYA AKAN KUCABUT SEMERU DARI AKARNYA, BERI AKU 10 ANAK MUDA, NISCAYA AKAN KUGUNCANGKAN DUNIA"
Dan harapan istimewa bagi para orangtua yang mempunyai anak, ada baiknya selalu mengawasinya dengan penuh kasih sayang perilaku dari anak-anaknya. Jangan sampai hanya karena kesibukan akan pekerjaan menjadikan kalian lalai dengan anak-anak kalian. Perlu kalian ingat dalam pikiran dan hati kalian bahwa seorang anak terkadang masih labil dan kesusahan dalam mengambil keputusan, untuk itulah dibutuhkan figur yang baik akan hal itu, dimana lagi mereka bisa mendapatkan figur yang baik kalau bukan dari kalian orangtuanya

Terima kasih

Previous
Next Post »
0 Komentar